5 Filosofi Bunga yang Menggambarkan Warna Warni Kehidupan. Pencinta Bunga Wajib Tahu!

1 comment


Ada berbagai macam filosofi untuk menggambarkan tentang kehidupan, salah satunya adalah filosofi bunga.

Ada yang beranggapan bahwa kehidupan itu kejam, ada pula yang beranggapan hidup itu indah, ada pula yang mengatakan bahwa hidup itu tidak adil. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan anggapan tersebut. Seseorang beranggapan seperti itu berdasarkan masing-masing pengalamannya. Namun, bagaimana jika warna-warni kehidupan digambarkan dengan filosofi bunga?

Bunga merupakan salah satu hal yang disukai oleh para wanita dan memiliki peranan penting di dalamnya. Saat pernikahan, anniversary, valentine, ulang tahun, bahkan saat sedang belasungkawa, bunga selalu hadir dengan masing-masing peran. Rasanya aneh jika tanpa bunga. Aroma yang wangi serta keindahan bentuk dan warna menjadi daya tarik tersendiri. Lalu, apa filosofi bunga tentang kehidupan? Bunga apa saja itu?

1. Bunga Matahari

Tentu tidak asing lagi dengan bunga yang satu ini. Bunga berwarna kuning dengan kelopak yang besar. Tahukah Anda kenapa bunga ini disebut sebagai bunga matahari? Tentu yang pertama adalah karena warnanya yang sama dengan matahari. Selain itu, bunga matahari selalu tumbuh mengikuti arah matahari. Waw, menakjubkan, bukan? Lalu apa filosofi bunga satu ini?

Filosofi bunga matahari yaitu kesetiaan dan ketulusan karena hidupnya yang selalu mengikuti dan menghadap matahari. Bahwa seseorang harus setia dan tulus dalam menjalani hidup meski kadang dikhianati. Bunga matahari juga menunjukkan bahwa seseorang memiliki kehidupan yang ceria dan hangat serta bersinar.

2. Bunga Dandelion

Pernah dengar bunga ini? Bunga dengan tekstur rapuh dan apabila ditiup, setiap bibit bunga tersebut akan terbang dan bisa tumbuh di mana saja. Tak jarang, karena bentuknya yang unik dan berwarna putih, banyak yang mengabadikannya dalam ingatan berupa gambar. Lalu, apa filosofi bunga dandelion? 

Filosofi bunga dandelion adalah bahwa seseorang harus mudah beradaptasi dan jangan takut untuk mencoba mengenal lingkungan baru. Lingkungan baru mungkin terasa asing, tapi bukan berarti jelek, bukan? Bunga ini juga mengajarkan bahwa seseorang harus tumbuh dan berkembang dengan baik tak peduli seperti apa lingkungannya, tak peduli rintangan yang datang silih berganti. Lingkungan memang berpengaruh dalam pertumbuhan. Bukan berarti seseorang tidak bisa tumbuh dengan baik sebagaimana mestinya.

3. Bunga Edelweiss

Bunga yang satu ini mungkin saja terasa asing di telinga lantaran bunga ini termasuk bunga langka. Bunga ini biasanya terletak pada lereng gunung. Tahukah Anda, bahwa bunga ini sering dikaitkan dengan keabadian? Alasannya karena lokasi keberadaannya terletak pada tempat yang curam, sehingga dibutuhkan usaha, perjuangan, dan keberanian untuk mendapatkannya. Uniknya, bunga ini tidak mudah layu dalam waktu lama sehingga orang-orang mulai percaya, jika seseorang memberikan bunga Edelweiss pada pasangannya, cinta mereka akan abadi. So sweet, bukan? Mungkin Anda bisa menebak filosofi bunga ini.

Filosofi bunga Edelwiss yaitu dalam cinta sejati, dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan serta ketulusan di dalamnya. Bahwa dalam hidup, tidak ada yang instan. Semuanya butuh perjuangan.

4. Bunga Sakura

Siapa yang tidak kenal dengan bunga asal Jepang ini? Ternyata bunga Sakura tidak hanya berwarna pink atau merah muda, tapi juga berwarna putih, dan kombinasi warna lainnya. Filosofi bunga Sakura yaitu kesetiaan janji yang selalu ditepati. Layaknya bunga Sakura yang selalu mengatakan bahwa dirinya akan kembali setiap musimnya. Jadi, bunga ini mengajarkan bahwa seseorang harus ingat dan menetapi janji yang telah dia buat. Bunga ini juga memiliki arti harapan, di mana seseorang berharap mendapat hidup dan masa depan yang cerah.

5. Bunga Portulaca

Sudah pernah mendengar bunga ini, belum? Bunga ini memiliki banyak nama, dears. Ada yang menyebutnya sebagai Portulaka, ada yang menyebut Krokot, bunga Pukul Sembilan, Cantik Manis, dan Sutera Bombay. Nama latin bunga ini adalah Portulaca Grandiflora. Di Indonesia sendiri, bunga ini disebut Krokot, tapi lebih populer disebut bunga Pukul Sembilan. Alasannya karena bunga ini mekar pada pukul sembilan pagi dan layu pada sore hari. Lalu, adakah filosofi bunga ini tentang kehidupan?

Tentu saja ada. Bunga Portulaca ini memiliki warna yang aneka ragam dari satu akar yang sama. Filosofi bunga ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh bertengkar dengan saudara, tidak boleh menjelekkan satu sama lain karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Meski berbeda keyakinan atau pendapat, mereka berasal dari satu tempat yang sama. Bunga ini menyadarkan seseorang bahwa dengan adanya perbedaan, hidup menjadi lebih indah dan tidak bosan serta setiap orangnya bisa bersinar dengan warna masing-masing.

Itu dia dears, 5 filosofi bunga yang menggambarkan warna warni kehidupan. Bahwa setiap kehidupan yang dijalani memiliki perannya masing-masing. So, jangan putus semangat, ya. Di antara bunga tersebut, Anda ingin menjadi seperti apa?

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

1 comment